Apakah Si istri Berdosa ..
Berkata Syaikh Al 'Allaamah Ibnu 'Utsaimin rahimahulloh:
"Bagi si suami boleh saja ia menikah lagi dari wanita yang ia inginkan, sebagaimana firman Alloh ta'aala:
{Maka kalian nikahilah yang baik-baik untuk kalian dari wanita tersebut dua, tiga atau empat} Annisaa`:(3).
Maka boleh bagi lelaki menikah sampai empat wanita, dan tidak dihalalkan bagi wanita untuk mencegahnya suaminya menikah dengan wanita lain; karena haknya didalam poligami adalah untuk suami bukan untuk si Istri (poliandri), kecuali jika istri tersebut mensyaratkan terhadap suaminya ketika aqad nikah untuk tidak menikah lagi, sungguh Nabi Shallallohu 'alaihi wasallam bersabda:
" sesungguhnya syarat-syarat yang wajib untuk ditunaikan dengannya adalah apa yang telah kalian halalkan dengan (syarat tersebut) kemaluannya".
Dan adapun (ketika aqad) tanpa ada syarat maka tidak dihalalkan bagi wanita tersebut untuk mencegah suaminya dan tidak wajib juga atas suami menahan jika si istri menuntutnya agar jangan menikah lagi bahkan bagi suami boleh menikah lagi rela atau tidak rela si istri,
Dan jika si suami menikah lagi maka tidak ada hak dari si istri untuk menuntut talaaq/cerai dan juga tidak dihalalkan bagi si istri untuk menuntut talaaq istri suaminya yang lain, dan juga tidak mewajibkan bagi si suami untuk mentalaaq istrinya tersebut jika ia menuntutnya, dikarenakan telah datang dari sabda Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bahwasannya:
"Siapa saja dari wanita yang meminta suaminya untuk mentalaaqnya tanpa ada sebab (yang syar'i) maka HARAM atasnya aroma bau sorga".
Na'am.
Silsilah Fataawa Nuur 'alaad Darb, kaset no. (312).
Abu Hammaam Zaid bin Zainal Akhyar
غفر الله له ولوالديه وللمسلمين
Multaqo Salafiy Indoinesia -TAs Riau.
هل تأثم الزوجة إذا منعت زوجها من الزواج بأخرى وهل تأثم إذا طلبت الطلاق ؟
قَـالَ العلّامة بنُ عُثَيـمِين-رَحِمهُ الله-:
《 للزوج أن يتزوّج من النساء ما شاء
كما قال تعالى : ﴿ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ﴾ [النساء : 3]
فله أن يتزوج إلى أربـع، ولا يحلّ للمرأة أن تمنعه من التزوّج بأخرى؛ لأنّ الحق في التعدد للزوج وليس للزوجة ، إلا إذا كانت قد اشترطت عليه حين عقد النكاح أن لا يتزوج عليها؛ فقد قال النبي ـﷺـ : « إن أحق الشروط أن توفوا به ما استحللتم به الفروج ».
وأما بدون شرط فإنه لا يحل لها أن تمنع زوجها، ولا يجب عليه هو أن يمتنع اذا طلبت منه أن لا يتزوّج بل له أن يتزوج رضيت أم كرهت، وإذا تزوج فليس من حقها أن تطلب طلاق الأخرى، ولا يحلّ لها أن تطلب طلاق الأخرى أيضا، ولا يلزمه هو أن يطلقها إذا طلبت؛ لأنه جاء عن النبي ـﷺـ أن من سألت زوجها الطلاق من غير ما بأس فحرام عليها رائحة الجنة. نعم .》.
ــــــــــــــ
المــصـ📚ـدر: [سلسلة فتاوى نور على الدرب الشريط رقـ٣١٢ـم]
رابـ📥ـط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/Lw_312_07.mp3
تابعوا قناة الأمة العربية السلفية ...
قناة تعتني بنقل فتاوي مختارة وفوائد وأقوال ودرر من أقوال العلماء والمشايخ والدعاة
من هم على المنهج السلف الصالح