BismiLLAH.
✏ بركة مجالس العلماء ✏
: قال أمير المؤمنين ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ - ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - " إﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻣﺜﻞ ﺟﺒﺎﻝ ﺗﻬﺎﻣﺔ ، ﻓﺈﺫﺍ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺧﺎﻑ ﻭﺭﺟﻊ ﻭﺗﺎﺏ ، ﻓﺎﻧﺼﺮﻑ إﻟﻰ ﻣﻨﺰﻟﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻧﺐ ، ﻓﻼ ﺗﻔﺎﺭﻗﻮﺍ ﻣﺠﺎﻟﺲ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ " اﻫـ .
• انظر :
(ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ) (122/1) طبعة دار الكتب العلمية .
*********
قال العلامة بن عثيمين رحمه الله :
ـ الإنسان إذا أتاه من يرقيه ولم يمنعه ؛ فإنه لا ينافي قوله : ( ولا يسترقون ) ؛ لأن هناك ثلاث مراتب :
المرتبة الأولى : أن يطلب من يرقيه ، وهذا قد فاته الكمال .
المرتبة الثانية : أن لايمنع من يرقيه ، وهذا لم يفته الكمال ؛ لأنه لم يسترق ولم يطلب .
المرتبة الثالثة : أن يمنع من يرقيه ، وهذا خلاف السنة فإن النبي لم يمنع عائشة أن ترقيه ، وكذلك الصحابة لم يمنعوا أحداً أن يرقيهم ؛ لأن هذا لا يؤثر في التوكل .
[القول المفيد - بن عثيمين](ص111).
✏✏ BERKAH MAJELIS PARA 'ULAMA✏✏
Berkata Amiirul Mu'minin 'Umar bin al Khatthob radhiallahu :
((Sesungguhnya seorang lelaki yg keluar dari rumahnya dan dia memiliki dosa2 semisal gunung Tahaamah, maka apabila dia mendengar 'ilmu dan timbul rasa takutnya dan ruju' serta taubat, lantas dia pulang kerumahnya dan tidak ada atasnya satu dosapun, maka jangan sekali kali kalian meninggalkan majelis2 para 'Ulama)).
📚📚📚 Lihat : (Miftaahu Daaris Sa'aadah 1/122).
🌿🌿🌿🌿🌿Berkata al 'Allaamah bin 'Utsaimin rahimahullahu:
((Seorang manusia apabila datang kepadanya seseorang yg ingin meruqyah dia maka jangann dia menolaknya; sesungguhnya ini tidaklah bertentangan dengan sabda Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam : (dan mereka tidak minta diruqyah) ; karena disana ada tiga tingkatan :
Tingkatan pertama : seseorang yg mencari orang yg akan meruqyahnya, dan inilah yg luput baginya kesempurnaan.
Tingkatan kedua : dia tidak melarang seseorang yg akan meruqyahnya, dan ini tidaklah luput baginya kesempurnaan ; karena dia tidak meminta minta seseorang untuk meruqyahnya dan tidak mencari.
Tingkatan ketiga : dia melarang orang yg ingin meruqyahnya, dan ini menyelisihi as Sunnah, sesungguhnya Nabi Shollallahu Shollallahu 'alaihi wa Sallam tidak melarang 'Aaisyah ketika meruqyahnya, dan demikian juga para shohabat dimana mereka tidak melarang seorangpun yg meruqyah mereka, karena hal ini tidaklah mempengaruhi pada tawakkal)).
📚📚📚 al Qaulul Mufiid - ibnu 'Utsaimin (111).
Pent. Abu an Nafiisah, al Multaqa as Salafiy, Wa Tas Riau.
