BismiLLAH.
قال ريحَانَة اليَمن الشيخ العلامة مُقبل الوادعي رحمه الله:
~ ~ ~ ~ ~
فأهلُ السنة في القديم والحَديث يَتَحرون غَاية التحري فَلا يَقدحُون إلا فيمن يَستَحق القدح ، ولا يُعدلون إلا لمن يستحق التعديل، من أجل هذا أمنهم الناس واعتَدَّ الناسُ بأقوالهم ، فمن جَرحوه فهو المجروح ، ومن عَدَّلُوه فهو المُعَدَّل، لأنّهم ليس لهم أغراض.
[تحفة المجيب : ( ص31 ) ].
🍂🍃🍂🍃🍂
Berkata Reihaanatul Yaman As Syaikh Al 'Allaamah Muqbil Al Waadi'iy rahimahullahu Ta'ala :
((Adapun ahlus Sunnah dari dulu sampai sekarang mereka sangat berhati hati - sampai puncak kehati hatian - dimana mereka tidak mencela kecuali yg memang pantas untuk dicela dan tidak memuji kecuali yg memang pantas untuk dipuji, dikarenakan inilah manusia percaya kepada mereka dan memakai perkataan2 mereka, maka barang siapa yg mereka kritisi (jarh) adalah dia tercela, dan barang siapa yg mereka puji adalah dia orang yg terpuji, karena mereka tidak memiliki tujuan2 tertentu)).
📚📚📚 Tuhfatul Mujiib : (hal. 31).
📝📝📝 Pent. Abul Mundzir, Al Multaqaa As Salafiy Indonesia, Wa Tas Riau.
