BismiLLAH.
" الأسلوب القويم لأداء واجب النصيحة "
● قال ابن رجب ـ رحمه الله ـ:
«وكان السلف إذا أرادوا نصيحة أحدٍ وعظوه سرًّا، حتى قال بعضهم: «من وعظ أخاه فيما بينه وبينه فهي نصيحة، ومن وعظه على رؤوس الناس فإنما وبَّخه». وقال الفضيل بن عياض ـ رحمه الله ـ: «المؤمن يستر وينصح، والفاجر يهتك ويعيِّر». قال عبد العزيز بن أبي رواد: «كان مَنْ كان قبلكم إذا رأى الرجلُ من أخيه شيئًا يأمره في رفق فيُؤْجَرُ في أمره ونهيه، وإنَّ أحد هؤلاء يخرق بصاحبه فيستغضب أخاه ويهتك ستره». وسئل ابن عباس رضي الله عنهما عن أمر السلطان بالمعروف ونهيه عن المنكر، فقال: «إن كنتَ فاعلًا ولا بدَّ ففيما بينك وبينه»».
■ [«جامع العلوم والحكم» لابن رجب (77)]
" Cara Yang Lurus didalam Menunaikan kewajiban Nasehat "
● Berkata Ibn Rajab - rahimahullah - :
<< Dan dahulunya kaum Salaf apabila ingin menasehati seseorang mereka menasehatinya secara rahasia , sehingga berkata sebagian mereka : << barangsiapa yang menasehati saudaranya hanya antara dia dengannya maka dia adalah nasehat , dan barangsiapa yang menasehatinya dihadapan khalayak ramai maka sesungguhnya dia telah menjelekkannya >> .
Dan berkata Alfudhail Ibn 'Iyaadh - rahimahullah - : << seorang Mukmin itu menutupi serta menasehati , sedangkan seorang pendosa mengumbar 'aib serta menghina >> .
Dan berkata Abdul Aziz Ibn Abi Ruwaad : << dahulunya orang - orang sebelum kalian yaitu seorang lelaki apabila melihat dari saudaranya sesuatu dia memerintahkannya dengan lemah lembut sehingga dia diberi pahala didalam perintah serta larangannya , dan sesungguhnya salah seorang mereka mencela temannya sehingga dia memarahi saudaranya dan dia mengumbar 'aibnya >>
Dan ditanya Ibn Abbas radiyallahu 'anhuma tentang memerintahkan penguasa dengan kebaikan serta melarangnya dari kemungkaran , maka dia berkata << jika engkau melakukannya maka mestilah dalam keadaan antara engkau dan dia >>
[ << jaami' al'uluum wal hikam >> oleh Ibn Rajab ( 77 ) ]
✏ Faedah WA Almultaqa Assalafy Indonesia - Tas Riau
Pent. Muhammad RizQ.
