BismiLLAH.
👇قلوبنا ماتت بعشرة أشياء👇
مر إبراهيم بن أدهم -رحمه الله- بسوق البصرة ؛ فاجتمع الناس إليه ، وقالوا : يا أبا إسحاق : ما لنا ندعوا فلا يستجاب لنا ؟
قال : لأن قلوبكم ماتت بعشرة أشياء.!
قالوا : وما هي ؟! ، قال :
( الأول ) : أنكم عرفتم الله ؛ فلم تؤدوا حقه .
( الثاني ) : زعمتم أنكم تحبون رسول الله صلى الله عليه وسلم ،ثم تركتم سنته .
( الثالث ) : قرأتم القرآن ، ولم تعملوا به .
( الرابع ) : أكلتم نعمة الله ، ولم تؤدوا شكرها .
( الخامس ) : قلتم إن الشيطان عدوكم ، ووافقتموه
( السادس ) : قلتم إن الجنة حق ، فلم تعملوا لها. .
( السابع ) : قلتم إن النار حق ، ولم تهربوا منها .
( الثامن ) : قلتم إن الموت حق ، فلم تستعدوا له .
( التاسع ) :انتبهتم من النوم ، واشتغلتم بعيوب الناس ، وتركتم عيوبكم .
( العاشر ) : دفنتم موتاكم ، ولم تعتبروا بهم.
🔺المصدر : جامع بيان العلم وفضله (2/12)
"Hati hati kita telah mati disebabkan oleh 10 perkara".
Al Imam Ibrahim ibnu Adham - rahimahullah Ta'ala - pernah melewati pasar Al Bashrah; lantas manusia berkumpul kepadanya, dan mereka berkata: wahai Aba Ishaq: apa penyebab bagi kami yang dimana kami berdoa' namun tidak dikabulkan do'a kami?
Beliau menjawab: karena hati hati kalian telah mati dikarenakan 10 perkara!
Mereka berkata: apa yang sepuluh perkara itu? ! , dia menjawab:
Pertama: sesungguhnya kalian telah mengenal Allah; namun kalian tidak menunaikan HaqNya.
Kedua: kalian mendakwakan bahwa kalian mencintai Rasulullahi Shollallahu 'alaihi wa Sallam, kemudian kalian meninggalkan Sunnahnya.
Ketiga: kalian membaca Al Quran, namun kalian tidak ber'amal dengannya.
keempat: kalian telah memakan ni'mat Allah, dan kalian tidak menunaikan syukur kepadaNya.
Kelima: kalian mengatakan bahwa syaithon musuh kalian, sementara kalian mencocokinya.
keenam: kalian mengatakan bahwa Jannah adalah benar adanya, sementara kalian tidak ber'amal untuk mendapatkannya.
ketujuh: kalian mengatakan bahwa neraka benar, sementara kalian tidak lari darinya.
Kedelapan: kalian mengatakan bahwa kematian benar, namun kalian tidak mempersiapkan diri kalian untuk menghadapinya.
Kesembilan: kalian bangun dari tidur, lantas kalian menyibukkan diri-diri kalian dengan 'aib-aib manusia, sementara kalian melupakan 'aib kalian sendiri.
Kesepuluh: kalian telah ikut menguburkan mayat-mayat dari kalangan kalian, namun kalian tidak mengambil pelajaran dengannya.
📚📚📚 Sumber: Jaami'u Bayaanil 'ilmi wa Fadhlihi (2/12).
📝📝📝 Pent. Abul Mundzir, Al Multaqaa As Salafiy Indonesia, Wa Tas Riau.
