BismiLLAH.
📝 قال شيخ الإسلام ابن تيمية (728هـ):
⚠ "ومِمَّا ينبغي أن يُعرف أن الطوائفَ المنتسبة إلى متبوعين في أصول الدِّين والكلام على درجات، منهم مَن يكون قد خالف السنَّةَ في أصول عظيمة، ومنهم مَن يكون إنَّما خالف السنَّةَ في أمور دقيقة.
وَمن يكون قد رد على غيره من الطوائف الذين هم أبعدُ عن السنَّة منه، فيكون محموداً فيما ردَّه من الباطل وقاله من الحقِّ، لكن يكون قد جاوز العدل في ردِّه بحيث جحد بعضَ الحقِّ وقال بعضَ الباطل، فيكون قد ردَّ بدعةً كبيرة ببدعة أخفَّ منها، ورد باطلاً بباطل أخفَّ منه، وهذه حالُ أكثر أهل الكلام المنتسبين إلى السنَّة والجماعة.
ومثل هؤلاء إذا لَم يَجعلوا ما ابتدعوه قولاً يفارقون به جماعةَ المسلمين يوالون عليه ويعادون كان من نوع الخطأ، والله سبحانه وتعالى يغفر للمؤمنين خطأَهم في مثل ذلك.
ولهذا وقع في مثل هذا كثيرٌ من سلف الأمة وأئمتها لهم مقالات قالوها باجتهاد وهي تخالف ما ثبت في الكتاب والسنة، بخلاف مَن والى موافقَه وعادى مخالفَه، وفرَّق بين جماعة المسلمين، وكفَّر وفسَّق مخالفَه دون موافقه في مسائل الآراء والاجتهادات، واستحلَّ قتال مخالفه دون موافقه، فهؤلاء من أهل التفرق والاختلافات."
📚 مجموع الفتاوى (٣٤٩-٣/٣٤٨).
📤 الماتقى السلفي باندونيسي
-------------------
📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (wafat 728H) berkata:
⚠ Perlu diketahui bahwa kelompok² yang menisbatkan kepada figur² tertentu dalam masalah ushuluddin (pokok² agama) dan juga kelompok ahlulkalam terdiri dari beberapa tingkatan. Sebagian mereka ada yang menyelisihi sunnah pada perkara yang sangat sakral/prinsip dan ada juga yang menyelisihi sunnah pada persoalan samar.
Maka jika ada dari mereka yang membantah kebatilan kelompok lainnya yang lebih menyimpang dari sunnah, maka kita puji bantahan mereka dan kebenaran yang mereka ucapkan. Akan tetapi terkadang mereka melampui batas dalam menyampaikan bantahan tersebut atau terkadang dalam bantahan tersebut mereka menyalahi kebenaran dan mengatakan hal² yang bathil. Terkadang mereka membantah bid'ah yang besar dengan bid'ah yang lebih ringan, dan membantah kebathilan dengan kebathilan yang lebih ringan. Dan ini sering kita temui di kalangan ahlulkalam yang menisbatkan diri mereka kepada Ahlussunnah wal Jama'ah.
Maka permisalan orang² seperti mereka ini, meskipun perbuatan bid'ahnya tidak membuat mereka keluar dari jama'ah kaum muslimin, tetapi karena bid'ah tersebut mereka jadikan dasar saling loyal dan saling memusuhi, maka tetap saja perkara tersebut dianggap sebagai suatu kesalahan. Akan tetapi, Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni orang² mu'min yang melakukan kesalahan seperti ini.
Dan karenanya, banyak para Salaf dan para imam yang terjatuh pada kesalahan yang semacam itu. Mereka lontarkan perkataan² berdasarkan ijtihad mereka yang ternyata bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Akan tetapi, tindakan para Salaf tadi berbeda dengan orang² yang mau loyal terhadap orang² yang menyetujui pendapatnya, sementara memusuhi orang² yang menyelisihi pendapatnya, serta memecah belah jama'ah kaum muslimin, mengkafirkan dan memberi cap fasiq, bahkan menghalalkan jiwa orang² yang menyelisihi mereka dalam perkara² yang didasarkan pada pendapat dan ijtihad. Mereka ini adalah kelompok yang suka memecah belah dan senang bertengkar."
📚 Majmu' Fatawa (3/348-349)
📤 Al-Multaqo As-Salafiy Indonesia - Tas Riau.
Pent . Abu Rozyq.
