BismimiLLAH.
قال الشَّيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله في رده على مَن قال:(أن العلماء إذا تكلَّموا في مُبتدع فيجب اتِّباعُهم):
وذلك في «مجموع الكتب والرسائل» (9/40-41) -بقوله-:
«قولك: (أما العلماء إذا تكلَّموا في مُبتدع فيجب اتِّباعهم) ... .[أقول:] بناءً على قاعدتك في باب التَّبديع يلزمك تبديع الإمام البخاري لأن الإمام محمَّد بن يحيى الذُّهْلي وأصحابه قد بدَّعوا الإمامَ البخاري وآذَوْه، ولكن العلماء وعلى رأسهم مسلم -إلى يومنا هذا- خالفوا الإمام محمَّد بن يحيى؛ فهل تُبدِّعهم لأنهم لم يتَّبعوا محمد بن يحيى، وتقول لماذا خالفوه؟!
فأقول: لأنه ليس معه ولا مع أصحابه حُجة.والإمام أحمد -نفسُه- خالف الناسَ في شَرِيك بن عبد الله النَّخَعي وأبي نُعيم؛ لأنه لم تقدَّم له الحجة على تبديعِهما، ولو قدَّموها له لقَبِلها والتزمها كما عهدنا ذلك منه ومِن أمثاله -رحمهم الله-.فمدار القَبول والردِّ هو الحجة وعدمُها؛ لا الهوى -كما قررت أنت هنا في قضايا الاختلاف- أي: اختلاف أئمة الجرح والتعديل، ولا يبعد أن تقرِّرَها في كل القضايا -كما يفعل أهل الأهواء الذين قلدتَهم.
Asy Syaikh Rabee' Ibn Haady Almadkhaly - Hafidzahullah - di dalam bantahannya atas yang mengatakan :
( Bahwa Ulama apabila telah berbicara terhadap Ahli bid'ah maka wajib mengikuti mereka )
Dan itu didalam << Majmuu' alkutub warrosaail >> ( 9 / 40 - 41 ) :
<< Perkataanmu ( adapun Ulama apabila telah berbicara terhadap Ahli bid'ah maka wajib mengikuti mereka ) ...
[ Saya katakan ] dibagun diatas kaidahmu ini didalam perkara Tabdi' , akan megharuskanmu membid'ahkan Imam Albukhary , karena Imam Muhammad Ibn Yahya Adzuhly serta para sahabatnya sungguh telah membid'ahkan Imam Albukhary , akan tetapi Ulama dan yang diatas mereka Imam Muslim - sampai dihari kita ini - menyelisihi Imam Muhammad Ibn Yahya ; maka apakah engkau akan membid'ahkan mereka dikarenakan mereka tidak mengikuti Muhammad Ibn Yahya , dan engkau katakan kenapa mereka menyelisihinya ?!
Sehingga saya katakan : karena tidak ada padanya dan tidak pada para sahabatnya Hujjah .
Dan Imam Ahmad - dirinya sendiri - menyelisihi Ulama di dalam menghukumi Syarik Ibn Abdillah Annukha'i dan Abu Nu'aim , karena tidak adanya Hujjah atas pembid'ahan keduanya , kalaulah mereka memperlihatkannya kepadanya niscaya dia menerimanya serta memegangnya sebagaimana yang kita dapatkan hal itu darinya serta yang semisalnya - rahimahumullah -
Maka tolak ukur diterima serta ditolak adalah Hujjah dan ketiadaannya ; bukanlah Hawa sebagaimana yang telah engkau tetapkan disini didalam berbagai perkara khilaf - yaitu : perbedaan para Ulama Jarh Wata'dil , dan tidaklah berbeda jauh dari apa yang engkau tetapkan didalam seluruh perkara - dengan sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Ahwa yang engkau taqlidi mereka .
🎋 Multaqa Salafy Indonesia - TAS Riau.
Pent. Muhammad RizQ Ibn Sufyan.
