BismiLLAH.
🌱🍂
🔹🔷انتبهوا من هذه البدعة وهي
مَسْح الوجه بعد الدعاء🔷🔹
وتلك عادة منتشرة بين أكثر الناس، وليس لها أصلٌ من السُّنة، بل هي مخالفة لهدي النبي - صلى الله عليه وسلم -
قال الشيخ الألباني - رحمه الله -: وأما مَسْحُ الوجه بهما، فلم يَرِد في هذا الموطن، فهو بدعة، وأما خارج الصلاة، فلم يَصِح، وكل ما رُوِي في ذلك ضعيف، وبعضه أشدُّ ضَعْفًا من بعض؛ كما حقَّقته في "ضعيف أبي داود" (262)، و"الأحاديث الصحيحة" (597)؛
ولذلك قال العز بن عبدالسلام - رحمه الله - في بعض فتاويه:
ولا يَمسح وجهه بيديه عَقِبَ الدعاء إلا جاهل؛ 📚صفة صلاة النبي - صلى الله عليه وسلم - ص 141؛ بتصرُّف.
🔹قال البيهقي - رحمه الله - في "سننه"، (2/ 212) : "فأمَّا مَسْحُ اليدين بالوجْه عند الفراغ من الدعاء، فلستُ أحفظُه عن أحدٍ من السلف
👆👆👆👆
📜 Perhatikanlah oleh kalian dari bid'ah ini yaitu memoleskan tangan kewajah setelah berdo'a 📜
🍂🍃🍂🍃🍂🍃
Dan yang demikian merupakan satu 'adat yang sudah menyebar diantara kebnyakan manusia, dan tidak ada asalnya sama sekali dalam As Sunnah, bahkan ini menyelisihi tuntunan Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam-
Berkata Asy Syaikh Al Albaaniy - rahimahullahu Ta'ala - : ((Adapun memoles wajah dengan kedua telapak tangan, maka tidak ada riwayat yang menunjukan pada tempat ini, sungguh ini adalah bid'ah, dan adapun diluar sholat juga tidak shohih, dan seluruh apapun yang diriwayatkan dalam perkara demikian adalah lemah, bahkan sebahagiannya bersangatan lemahnya dari sebagian lainnya; sebagaimana yang telah saya tahqiq dalam "Dho'if Abi Daawud" (262) dan "Al Ahaadiist Ash Shohiihah" (597);
Oleh karena itu berkata al 'Izz bin 'Abdus Salam - rahimahullahu Ta'ala dalam sebagian fatwanya :
((Dan tidaklah memoles wajahnya dengan kedua tangannya selesai berdo'a kecuali orang bodoh; 📚📚 Shifatu Sholat An Nabi - Shollallahu 'alaihi Wa Sallam - halaman 141;
Berkata Al Baihaqiy - rahimahullahu Jalla wa 'Alaa - dalam "Sunannya", (2/212) : ((Adapun memoleskan kedua telapak tangan kewajah setelah berdo'a, saya tidak ada menghafalnya dari seorangpun dari kalangan As Salaf)).
📝📝📝 Abul Mundzir, Al Multaqaa As Salafiy Indonesia - Tas Riau.
Ahad, 11 Ramadhan 1436 H, Mamboro Sumba tengah NTT.
