Jahr Wa Ta'dil

أسئلة تدور في الذهن تبحث عن إجابات لها.
أولاً: أنت قلت أن قضايا ومسائل وقواعد الجرح والتعديل يرجع فيه إلى العلماء لا لغيرهم. وثانيا : وهو تابع للنقطة الأولى وهو ذكرك لوجوه بطلان قاعدة لا تقبل توبة المجروح إلا إذا قبلها الجارح هل عرضتها على العلماء أم أنت من العلماء فالذي أعرفه أنك طالب علم، نرجوا الرد. السؤال موجه لأسامة بن عطاء بارك الله فيه وهذه أسئلة تدور ذهني وذهن بعض الشباب الذي أتحدث معهم وبعضهم موجود معنا ونريد أن نستوضح منك هدانا الله وإياك.

الجواب

نعم مسائل الجرح خاصة بالعلماء.

والعلماء على مراتب وليس وصف الشخص بأنه عالم يعني أنه في مرتبة عالم آخر.

أسامة بن عطايا العتيبي متخصص في علم الحديث حاصل على الليسانس فيه، وحاصل على مرتبة العالِمِيّة الماجستير في بحث حديثي عقدي (الأحاديث الموضوعة التي تنافي توحيد العبادة).
وحاصل على مرتبة العالِمِيّة العالية (الدكتوراه) في العقيدة.
فعُرفا وأكاديميا يوصف أمثالي بأنه عالم.
وقد سبق أن وصف الشيخ ربيع بن هادي المدخلي في نصيحة له لبعض الإخوة أسامة بن عطايا بأنه من العلماء.
ولا أزكي نفسي، ولولا سؤالك لما ذكرت هذا.
وإنما يزكي المرء عمله.
وهذه كتاباتي ومؤلفاتي المطبوعة التي زادت عن ستين مؤلفا تشهد بما عندي، والله هو الذي يرفع ويخفض.
وكله من فضل الله، وليس بحولي ولا قوتي، ولا أزكي نفسي.
وذكر المرء لبعض ما يحسن للحاجة مشروع كما قال تعالى عن يوسف عليه السلام (اجعلني على خزائن الأرض إني حفيظ عليم).
وقد عاب الحلبيون شيخنا الإمام ربيعا المدخلي ثناءه على نفسه في مواطن فبين لهم مشروعية ذلك عند الحاجة.
ومن العلماء من ترجم لنفسه وذكر ثناء بعض العلماء عليه.
وكتابي "إرواء الغليل بالدفاع عن الشيخ ربيع المدخلي حامل راية الجرح والتعديل" فيه مقدمة في الثناء على شيخنا الشيخ ربيع، وقد راجعه الشيخ ربيع مراجعة دقيقة، وأثنى على ردي، وكذلك قرظه الشيخ العلامة أحمد النجمي رحمه الله.
ووصفني شيخي وأستاذي محمد بن ربيع المدخلي بالعالم المتفنن.
وما ذكرته من بيان إن كان عندك دليل على ما يخالفه فتفضل.
وكلام شيخي وأستاذي ابن عثيمين رحمه الله الذي نقله الأخ فواز المدخلي-وكان من قبل قد وصفني بأني من علماء الدعوة السلفية- ليس فيه متعلق بما يخالف ما بينته وشرحته.
لأنه لا يتكلم عمن اشتهر بالثقة، ولا عمن اختلف فيه العلماء ووثق توثيقا ظاهرا وجرح جرحا بدون دليل.
قال شيخنا الإمام الألباني رحمه الله في رده على من ضعف ابن لهيعة مطلقا وقال: قدم الجرح على التعديل مطلقا، قال شيخنا الألباني: والصواب :أنه يقدم إذا كان سبب الجرح مبينا، وكان في نفسه جرحا مؤثرا، والواقع هنا على خلاف ذللك
سلسلة الصحيحة المجلد الثاني ص/6مكتبة المعارف.
وقال الإمام العلاّمة ربيع بن هادي المدخلي في ردّه على فالح الحربي: "إنّ إصدار الأحكام على أشخاص ينتمون إلى المنهج السلفي وأصواتهم تدوي بأنهم هم السلفيون بدون بيان أسباب وبدون حُجَج وبراهين قد سبَّبَ أضرارًا عظيمة وفُرقة كبيرة في كل البلدان، فيجب إطفاء هذه الفتن بإبراز الحُجَج والبراهين التي تبيّن للناس وتُقنِعهم بأَحَقِّيّة تلك الأحكام وصوابها أو الاعتذار عن هذه الأحكام.
ألَا ترى أنّ علماء السلف قد أقاموا الحجج والبراهين على ضلال الفِرَق مِن روافض وجهمية ومعتزلة وخوارج وقدرية ومرجئة وغيرهم. ولم يكتفوا بإصدار الأحكام على الطوائف والأفراد بدون إقامة الحجج والبراهين الكافية والمُقنِعة". 
[المجموع ج٩ ص١٥٨]
▪وقال -حفظه الله وبارك في علمه وعمله-:
"قاعدة إنّه لا بُد من بيان أسباب الجرح عند تعارض الجرح والتعديل قاعدة صحيحة، وهي من قواعد أهل السنة دونَ ريب، ويجب تطبيقها حين يُبَدَّع مسلمٌ اشتهر بالسلفية أو يُفَسَّق أو يُرمى بالكفر أو الجاسوسية والعمالة".
[المجموع ج٩ ص١٥٥]
فهذا هو الحق واضح أمامك فما عليك إلا التسليم به والخضوع له تطبيقا لما ننتسب إليه من سلفية تتبع الدليل.
والله أعلم
كتبه: أسامة بن عطايا بن عثمان العتيبي
٣/ شوال/ ١٤٣٦هـ

تنبيه واعتذار: أعتذر من الإخوة لإنزالي هذا الجواب لما فيه من ثناء على النفس وأنا أعوذ بالله من شر نفسي وسيئات عملي، لكن هذه الفتن تلجئ الشخص لمثل هذه الأمور، ولما له من حاجة مع كثرة المشغبين والفتانين لما نشرت هذا المقال فعذرا عذرا.
وأستغفر الله وأتوب إليه.

❓❔❔
Beberapa pertanyaan yang berputar dipikiran mencari jawaban baginya .

Pertama : Engkau mengatakan bahwa berbagai perkara dan masalah serta kaidah Jarah Wa Ta'dil dikembalikan kepada Para Ulama tidak ke selain mereka .

Kedua : Ia mengikut kepada point yang pertama , yaitu engkau menyebutkan Batilnya Kaidah " Tidak diterimanya Taubat Yang Majruh kecuali apabila Yang Menjarah menerimanya , apakah engkau telah menunjukkannya kepada Para Ulama atau engkau termasuk diantara Para Ulama sementara yang aku ketahui bahwasannya engkau adalah seorang Penuntut Ilmu , kami harapkan jawabannya .
Pertanyaan diarahkan kepada Usamah Ibn Athoya - baarakallahu fiih - dan inilah beberapa pertanyaan yang berkisar dibenakku serta dipikiran sebagian para pemuda yang saya berbincang dengan mereka dan sebagian mereka berada bersama kami dan kami menginginkan penjelasan darimu - semoga Allah memberikan hidayah kepada kami dan engkau -
Jawaban :

Ya , permasalahan Jarah dikhususkan dengan Para Ulama .

Dan Para Ulama bertingkat - bertingkat dan tidaklah seseorang disifatkan sebagai seorang Alim berarti dia berada pada tingkatan seorang Alim yang lain .

Usamah Ibn Athoya Al'utaiby spesialisasi dibidang Ilmu Hadits , mendapatkan gelar S1 padanya , dan Majester didalam membahas hadits dalam perkara Aqidah
( Alahaaditsul maudhu'ah allaty tunaafi Tauhidal 'ibadaah )
Dan meraih gelar Doktor dibidang Aqidah .
Maka kebiasaanya dan secara akademik yang semisal denganku disifatkan sebagai seorang Alim .

Dan telah berlalu bahwa Asy Syaikh Rabee' Ibn Haady Almadkhaly didalam nasehatnya kepada sebagian ikhwah telah mensifatkan Usamah Ibn Athooya sebagai seorang Ulama .
Dan saya tidak merekomendasi diri saya sendiri , kalaulah bukan dikarenakan pertanyaanmu ini tentu saya tidak akan menyebutkan ini . Dan hanya saja sesungguhnya seseorang di rekomendasi oleh amalannya .
Karya tulisku yang dicetak melebihi enam puluh kitab sebagai saksi apa yang ada padaku , dan Dialah Allah yang meninggikan serta yang merendahkan . Seluruhnya dengan keutamaan dari Allah , dan bukanlah semata - mata dikarenakan kekuatanku , dan saya tidak merekomendasi diri saya .
Dan seseorang menyebutkan sebagian kebaikannya untuk suatu hajat merupakan perkara yang disyari'atkan sebagaimana Allah Ta'aala berfirman tentang Yusuf 'Alaissalam
" Dan berkata Yusuf : Jadikanlah aku bendaharawan negeri tersebut , karena sesungguhnya aku adalah orang YANG PANDAI MENJAGA , DAN BERPENGETAHUAN ."
Dan sungguh Halabiyun telah mencela guru kami Imam Rabee' Almadkhaly dikarenakan pujiannya terhadap dirinya sendiri di beberapa tempat sehingga beliau menjelaskan kepada mereka bahwa disyari'atkannya hal itu ketika dibutuhkan .
Serta diantara para Ulama yang menyebutkan biografi dirinya menyebutkan pujian sebagian para Ulama atas dirinya .
Dan karanganku " Irwaaul galiil biddifaa' 'ani Asy Syaikh Rabee' Almadkhaly haamilu royaatiljarh watta'diil " pada pembukaannya terdapat pujian terhadap guru kami Asy Syaikh Rabee' , dan Asy Syaikh Rabee' telah memeriksanya dengan seksama , dan memuji karyaku tersebut , dan begitu juga Asy Syaikh Al'allaamah Ahmad Annajmy rahimahullah telah memujinya dan telah mensifatkanku guruku Muhammad Ibn Rabee' Almadkhaly sebagai seorang Alim yang handal
Dan dari apa yang saya jelaskan jika seandainya engkau memiliki sebuah dalil yang menyalahinya maka silahkan tunjukkan .
Perkataan guru saya Ibnu Utsaimin rahimahullah yang dinukil oleh Saudara Fawaaz Almadkhaly - Adalah dia telah mensifatkanku sebagai Ulama Dakwah Salafiyah -  tidaklah padanya berkenaan dengan apa yang menyalahi yang telah saya jelaskan serta terangkan
Karena dia tidak menjelekkan siapa saja yang dikenal sebagai seorang yang Tsiqoh , dan tidak orang yang diperselisihkan oleh Para Ulama dan yang dipercaya secara lahiriyahnya serta yang di Jarah tanpa dalil .

Guru kami Imam Albaany rahimahullah berkata didalam bantahannya atas seseorang yang melemahkan Ibn Luhai'ah secara mutlak dengan mengatakan : Diutamakan Jarah daripada Ta'dil secara mutlak , guru kami Albaany menanggapi : Yang benar adalah : ia diutamakan bilamana sebab jarahnya diterangkan , dan ia pada dasarnya jarah yang diutamakan , sementara kenyataan disini menyelisihi hal itu
Silsilah Sahihah Jilid 2 hal 6 cet. Maktabatul ma'aarif .
Dan Imam Al'allaamah Rabee' Ibn Haady Almadkhaly hafidzahullah didalam bantahannya terhadap Faaleh Alharby :
" sesungguhnya mengeluarkan hukum atas pribadi seseorang -  yang menyandarkan dirinya kepada Manhaj Salafy serta suara mereka mengumandangkan bahwasannya mereka adalah Salafiyyun - TANPA MENJELASKAN SEBAB - SEBABNYA SERTA TANPA HUJJAH DAN BURHAN SUNGGUH  MENYEBABKAN KEMUDARATAN YANG BESAR SERTA PERPECAHAN YANG BESAR DI SETIAP NEGERI MAKA WAJIB MEMADAMKAN BERBAGAI FITNAH INI DENGAN MEMPERLIHATKAN BERBAGAI HUJJAH SERTA BURHAN YANG AKAN MENJELASKAN KEPADA MANUSIA SERTA MEMBERIKAN KECUKUPAN KEPADA MEREKA DENGAN TEPATNYA HUKUM - HUKUM TERSEBUT SERTA BENARNYA ATAU MENGEMUKAKAN ALASAN DARI HUKUM - HUKUM TERSEBUT .

Tidakkah engkau melihat bahwasannya para Ulama Salaf sungguh telah menegakkan hujjah - hujjah serta berbagai burhan atas kesesatan berbagai kelompok dari Rawaafidh dan Jahmiyyah serta Mu'tazilah dan Khawaarij serta Qadariyyah dan Murji`ah serta selain mereka.

MEREKA TIDAK MENCUKUPKAN DENGAN MENGELUARKAN ATAU MENGORBITKAN HUKUM - HUKUM ATAS KELOMPOK - KELOMPOK SERTA PRIBADI - PRIBADI TANPA MENEGAKKAN BERBAGAI HUJJAH SERTA BURHAN YANG MENCUKUPKAN DAN MEYAKINKAN
[ Almajmuu' jilid 9 hal 158 ]
◾ Dan berkata - hafidzahullah wabaaraka fi 'ilmihi wa 'amalihi - :
" Sebuah Kaidah yang mengharuskan untuk menjelaskan sebab - sebab Jarah ketika saling berlawanan antara Jarah dan Ta'dil merupakan Kaidah yang benar , dan ia merupakan diantara kaidah - kaidah Ahli sunnah tanpa diragukan lagi , dan wajib mempraktekkannya ketika mentabdi' seorang Muslim yang dikenal sebagai seorang Salafy atau memfasikkan atau dituduh dengan kekufuran atau mata - mata dan pengkhianat ."
[ Almajmuu' Jilid 9 hal 155 ]

Maka ini adalah kebenaran yang jelas dihadapanmu , sehingga tidak ada kewajibanmu melainkan menerimanya serta tunduk padanya dalam rangka merealisasikan terhadap apa yang kita menisbatkan diri kepadanya berupa Salafiyah yaitu mengikut kepada dalil.
Wallahu a'lam

Ditulis oleh :
Usamah Ibn 'Athoya Ibn 'Utsman Al'utaiby
3 / Syawal / 1436 H

Perhatian dan Udzur :
Saya minta udzur kepada saudara - saudaraku atas jawabanku ini dikarenakan padanya terdapat pujian terhadap diri sendiri dan saya berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa saya serta kejelekan amalan saya , akan tetapi fitnah - fitnah ini menuntut seseorang kepada beberapa perkara semacam ini dan disebabkan sebuah hajat baginya bersamaan dengan banyaknya para pengacau dan pembuat fitnah . Untuk tersebarnya artikel ini maka saya benar - benar minta udzur .
Astagfirullah wa atuubu ilaihi .

🎋 Multaqa Salafy Indonesia - TAS Riau.
Pent. Muhammad RizQ
Batam 8 Syawal 1436 H

Syi'ar Sunnah

Instagram