لماذا نطالب الناس بذكر المصدر
🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽
"التثبت من الأدلة وذكر المصدر ونسب الكلام إلى قائله"
قال الإمام ابن عبد البر رحمه الله :
يقال إن من بركة العلم أن تضيفَ الشيء إلى قائله.
[الجامع (٢/٩٢٢)]
***********************
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
فمن اراد ان ينقل مقالة عن طائفة :
فليسم القائل والناقل
وإلا :
(فكل أحد يقدر على الكذب )
{منهاج السنة /(518/2)}
************************
قال ابن المبارك -رحمه الله- :
الإسناد من الدين ولولا الإسناد
(لقال مَنْ شاء ما شاء)
~ المجروحين ~ (1/181) .
*************************
قال الشيخ ابن عثيمين - رحمه الله -:
إننا في عصر كثر فيه المتكلمون بغير علم
ولهذا يجب على الإنسان ألا يعتمد على أي فتيا
[ إلا من شخص معروف موثوق ].
المصدر: لقاء الباب المفتوح - [16/32]
---------------------
Mengapa kita menuntut Manusia untuk menyebutkan " Nara sumbernya "
🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽
" Memastikan dalil serta Menyebutkan sumber dan Menisbatkan perkataan kepada yang mengatakannya "
Imam Ibn Abdil Bar rahimahullah :
Dikatakan , sesungguhnya diantara keberkahan Ilmu adalah engkau menyandarkan perkataan kepada yang mengatakannya .
[ Aljaami' ( 2 / 922 ) ]
***************************
Syaikhul Islam Ibn Taymiah rahimahullah :
Maka barangsiapa yang ingin menukil perkataan dari suatu golongan :
Maka hendaklah dia menyebutkan Yang mengatakannya dan Yang menukilkannya
Jika tidak :
( setiap orang sanggup untuk berdusta )
{ Minhaajussunnah 2 / 518 }
*********************
Ibnul Mubaarak - rahimahullah - :
Sanad ( penyandaran ) itu merupakan bahagian dari Agama , kalaulah bukan dikarenakan Sanad niscaya seseorang akan mengatakan apa saja yang dikehendakinya )
~ Amajruuhiin ~ ( 1 / 181 ) .
************************
Asy Syaikh Ibn Utsaimin - rahimahullah - :
Sesungguhnya kita berada dimasa dimana banyaknya orang - orang yang berbicara tanpa Ilmu dan oleh karena ini wajib atas seorang Insan untuk tidak bersandar dengan fatwa apa saja terkecuali dari seseorang yang dikenal dan terpercaya . ]
Sumber : liqaaul baabil maftuuh - [ 32 / 16 ]
🎋 Multaqa Salafy Indonesia - Tas Riau.
Pent. Muhammad RizQ
4 dzulqa'dah 1436 H
