URUSAN POLIGAMI PUN HARUS TAAT KEPADA PEMERINTAH
Pertanyaan:
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh ,di negara kami ada peraturan ketika menikah harus terdaftar dan tercatat di catatan negara dalam rangka menjaga kemashlahatan dan menolak kemudhorotan secara umum , maka bagaimana nasehat engkau bagi orang - orang yang tidak mau tunduk dan taat terhadap aturan ini dengan dalih bahwa negara mempersulit saja terlebih lagi jika untuk poligami ,tapi pada kenyataannya bahwa negara sendiri tidaklah menyulitkan bagi siapa yang telah memenuhi syarat syaratnya, oleh karena itu bagaimana nasehat engkau kepada mereka terlebih lagi mereka adalah dari kalangan ahlussunnah ,dan apakah perbuatan ini tidak menyelisihi manhaj ahlussunnah dalam masalah ketaatan kepada pemimpin dalam hal kebaikan?
Jawaban:
Dengan memuji Allah dan taufiqnya kita katakan bahwa apabila pemerintah telah menetapkan peraturan dalam prihal pernikahan yang akan menjaga hak wanita dan hak suami yaitu peraturan yang tidak menyelisihi alqur'an dan sunnah maka ini tidak mengapa dan wajib bagi penduduknya untuk taat kepada pemimpin dalam masalah ini selagi padanya ada penjagaan terhadap hak-hak istri atau suami istri seluruhnya ,maka orang yang membelot dan membangkang terhadap pemerintah dalam urusan surat menyuratnya maka dianggap dia sebagai khowarij atau orang yang membelot kepada pemerintah .
Pertanyaan juga:
Dan di negara kami yang dikenal melakukan hal semacam ini adalah pengikut manhaj hajuriy dalam hal ini.
Maka pengikut al-hajuriy mereka tidak mau tunduk terhadap aturan kementrian agama dinegaranya seperti mereka tidak mengurus KTP, atau KK dan juga surat surat nikah lainnya ,maka kita katakan mereka itu dianggap sebagai khowarij baik di indonesia atau dimanapun, mereka dikenal demikian sebagai pembangkang kepada para ulama dan kepada pemimpin dalam sebagian perkara , maka mereka adalah kelompok yang disisi mereka ada beberapa penyimpangan , Allah yang mengetahuinya disisi mereka manhaj yang rusak manhajnya mahmud al-haddad bahkan lebih jelek.
Maka undang-undang ataupun peraturan dalam pernikahan selagi tidak ada penyelisihan terhadap syariat maka tidak mengapa untuk dilaksanakan dan di
tunaikan dengan nya.
Alhamdulillahirobbil alamiin
-----
Dijawab oleh syeikh Abu Malik Ar-Riyasyi murid senior syeikh Muqbil bin Hadi di yaman.
Jawaban:
Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh
Seorang salafi mendengar dan taat kepada pemimpin selama tidak memerintahkan kepada kemaksiatan dan undang-undang yang ditegakkan oleh pemimpin dan padanya ada pengaturan dan penjagaan untuk bangsa dari masalah-masalah yang dikarenakannya kacau keamanan maka wajib mentaatinya dalam hal ini serta haram menyelisihinya maka yang namanya surat-menyurat termasuk dalam jalur ini.
**********
Jawaban dari syeikh Ruzaiq bin Hamid Al-qurosyi -حفظه الله-
🇮🇩 Multaqo Ahli Hadits Indonesia - TAS Riau.
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
في بلادنا قوانين عند الزواج لابد أن يكتب و أن يعرض في المحكمة الشرعية من أجل حفظ المصالح و درء المفاسد العامة فما نصيحتكم لمن لم يخضع لهذه القوانين بحجة أن الحكومة لا يسهل لهم هذه الأمور خصوصا في تعداد الزوجات و الواقع أن الحكومة لا يصعب لهم هذه الأمور إذا توفر شروطها، ما نصيحتكم لهم لا سيما أنهم من أهل السنة و هل هذا الفعل لا يخالف منهج أهل السنة في طاعة ولي الأمر مادام ليس فيه المخالفة الشرعية؟ و هي أيضا ما يعرف من منهج الحجوريين في بلادنا لم يخضع للقوانين الحكومية التي وضعتها الوزارة الشريعة عندنا، مثل أنه ليس عندهم بطاقة شخصية و لا بطاقة الزواج ولا غيرها من الرسائل الرسمية.
أفيدونا و جزاكم الله خيرا في هذه المسألة.
👇👇👇 jawaban syaikhuna ruzeiq
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
السلفي يسمع ويطيع للحاكم ما لم يأمر بمعصية والقوانين التي يقوم بها ولي الامر وفيها تنظيم وحماية للشعب من المشاكل التي بسببها انفلات الامن فيجب طاعته فيها ويحرم مخلفته فيها فالاوراق اىخاصه بتلزاج من هذا القبيل
