بسم الله الرحمن الرحيم
🌿 RENUNGAN
💎 *HARTA, KEDUDUKAN, DAN POPULARITAS BUKANLAH JAMINAN*
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ، أَنَّهُ قَالَ: مَرَّ رَجُلٌ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
فَقَالَ لرَجُلٍ عِنْدَهُ جَالِسٍ: «مَا رَأْيُكَ فِي هَذَا»
فَقَالَ: رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِ النَّاسِ، هَذَا وَاللَّهِ حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ يُنْكَحَ، وَإِنْ شَفَعَ أَنْ يُشَفَّعَ،
قَالَ: فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
ثُمَّ مَرَّ رَجُلٌ آخَرُ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا رَأْيُكَ فِي هَذَا»
فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا رَجُلٌ مِنْ فُقَرَاءِ المُسْلِمِينَ، هَذَا حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ لاَ يُنْكَحَ، وَإِنْ شَفَعَ أَنْ لاَ يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ لاَ يُسْمَعَ لِقَوْلِهِ،
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَذَا خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الأَرْضِ مِثْلَ هَذَا»
📖 Dari Sahl bin Sa'd As-Sa'idi -rodhiyallahu 'anhu-, ia berkata:
“Ada seorang lelaki melintasi Rosulullah ﷺ , maka Rosulullah ﷺ berkata kepada orang yang duduk di dekat beliau:
*‘Apa pendapatmu tentang lelaki ini?’*
Maka ia menjawab:
'Seseorang di antara orang yang paling mulia (paling kaya dan paling terpandang) di antara manusia. Orang ini, -demi Allah- layak bila dia meminang, pasti akan dinikahkan. Dan bila dia membela / merekomendasi seseorang pasti akan diterima.'
Maka Nabi ﷺ pun diam.
Kemudian, lewatlah seorang laki-laki lain, maka Rosulullah ﷺ berkata kepadanya:
*'Apa pendapatmu tentang orang ini?'*
Maka dia menjawab:
'Wahai Rosulullah, orang ini adalah di antara orang miskin dari kalangan kaum Muslimin. Orang ini sangat mungkin apabila ia meminang, maka ditolak / tidak dinikahkan, dan jika dia membela / merekomendasi maka tidak diterima, dan jika dia berkata maka tidak didengar ucapannya.’
Maka Rosulullah ﷺ bersabda:
*‘Laki-laki ini (yang miskin ini) lebih baik (di sisi Allah) daripada sepenuh bumi laki-laki yang pertama’”*
📗 Shohih Bukhoriy No. 6447
💡 *Di antara faedah hadits ini:*
1. Bahwasanya kekayaan dan kepopuleran / tingginya kedudukan seseorang di dunia tidak menjamin bahwasanya kedudukannya akan tinggi pula di sisi Allah.
Oleh karena itu apabila ketika di dunia ini Allah memberikan kelebihan harta ataupun kedudukan kepada kita maka janganlah kita sombong meremehkan orang lain, karena bisa jadi ternyata orang yang kita remehkan tersebut lebih baik kedudukannya di sisi Allah daripada kita.
2. Allah tidak melihat jabatan / kedudukan seseorang ketika di dunia. Namun Allah melihat amal sholeh kita, ketaqwaan kita.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwanya di antara kalian”
💎 Q.S. Al-Hujuroot: 13
Begitupula di dalam sebuah hadits yang shohih, Nabi ﷺ menyebutkan bahwasanya Allah tidak melihat kepada rupa-rupa kita / fisik kita, dan tidak pula kepada harta-harta kita, akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kita dan amalan-amalan kita. (H.R. Muslim, no. 2564)
3. Ayat dan hadits-hadits di atas adalah penghibur dan kabar gembira bagi mereka yang tidak kaya dan tidak terkenal, namun mereka bertaqwa kepada Allah.
Bahwasanya seseorang yang tidak kaya dan tidak terkenal bisa jadi kedudukannya lebih tinggi di sisi Allah dibandingkan dengan orang-orang yang kaya dan terkenal, jika dia bertaqwa.
Dan yang penting itu adalah seseorang itu memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah, bukan kedudukan yang tinggi di mata manusia, namun ternyata hina di sisi Allah ﷻ.
_Baarokallahu fiikum.._
Semoga Allah memberkahi kita semua..
✅ Dan di sana masih banyak terdapat dalil-dalil yang lain dalam permasalahan ini, namun semoga faedah yang ringkas ini bermanfaat bagi kita semua.
_Waffaqonallah.._
Semoga Allah memberikan tawfiq-Nya kepada kita semua
🖋 Ust. Abu Misykah Karim
⏳2 Dzulqo'dah 1437 H / 5-8-2016
✉ Yuk sebarkan,
Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua..
🔊 Dapatkan kumpulan artikel, poster dan audio Islami lainnya di Channel Telegram Bahagia dengan Islam:
https://t.me/bahagia_dengan_Islam
#Hadits #Hati #Akhlak
🇮🇩 Multaqo Ahlil Hadits Indonesia - TAS Riau.
