Melafadzkan niat merupakan kekurangan didalam akal dan agama

⭕ التَّـلَفُّـظُ بِالـنِّيَّـةِ
نَـقْـصٌ فِـي الْـعَقْـلِ وَالـدِّيـنِ ⚠

📌 قـ✑ـال ابن تيمية الحورانـﮯ رحمہ الله :

التَّـلَفُّـظُ بِالـنِّيَّـةِ نَـقْـصٌ فِـي الْـعَقْـلِ وَالـدِّيـنِ :
أَمَّـا فِـي الـدِّيـنِ فَـلِأَنَّـهُ بِـدْعَـةٌ ؛وَأَمَّـا فِـي الْـعَقْـلِ فَـلِأَنَّ هَـذَا بِـمَنْزِلَـةِ مَـنْ يُـرِيـدُ أَكْـلَ الـطَّعَـامِ فَـقَـالَ : أَنْـوِي بِـوَضْـعِ يَـدِي فِـي هَـذَا الْإِنَـاءِ أَنِّـي آخُـذُ مِنْـهُ لُـقْمَـةً ، فَـأَضَعُهَـا فِـي فَـمِـي فَـأَمْضُغُهَـا ،  ثُـمَّ أَبْـلَعُهَـا لِأَشْـبَـعَ فَـهَـذَا حُـمْـقٌ وَجَـهْـلٌ .اهـ

📚【الفتاوى الكُبرى صـ【١/ ٢١٤،٢١٥】

🚫 Melafadzkan niat merupakan kekurangan didalam akal dan agama⚠

📌 Berkata Ibnu aimiyyah al hauraniy -rahimahullahu taala- :

"Melafadzkan niat merupakan kekurangan didalam akal dan agama: Adapun didalam agama karena itu merupakan bid'ah,dan adapun didalam akal karena ini seperti halnya orang yang ingin memakan makanan,maka diapun berkata : Aku berniat untuk meletakkan tanganku di bejana ini bahwa aku mengambil darinya satu suapan,maka aku letakkan di mulutku dan aku mengunyahnya , kemudian aku menelannya agar aku kenyang maka ini merupakan kedunguan dan kebodohan".

[Fatawal kubro/1/214,215]

🖋Abu Muhammad Ahmad Dzul Akmal -hafidzohullah taala-.

🇲🇨 Multaqa ahlul hadits indonesia - TAS Riau.

Syi'ar Sunnah

Instagram